Jumat, 13 April 2012

Eksplorasi Bahan Galian

Bagi sebagian orang terutama yang berkecimpung di dunia pertambangan maupun geologi, baik itu yang berkaitan dengan tambang umum maupun perminyakan, istilah ini sudah sangat “familiar”. Namun demikian tidak sedikit pula dari pihak diluar dua disiplin ilmu tadi yang telah cukup banyak tahu (baca: mendengar) mengenai istilah eksplorasi ini. Marilah kita coba cermati bersama apa sebenarnya yang dimaksud dengan eksplorasi?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak tentang keadaan, terutama sumber – sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan.

Menurut situs wikipedia berbahasa indonesia (id.wikipedia.org)
Eksplorasi adalah tindakan mencari atau melakukan perjalanan dengan tujuan menemukan sesuatu; misalnya daerah tak dikenal, termasuk antariksa (penjelajahan angkasa), minyak bumi (eksplorasi minyak bumi), gas alam, batubara, mineral, gua, air, ataupun informasi.
Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI)
Eksplorasi merupakan kegiatan penyelidikan geologi yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menentukan lokasi, ukuran,bentuk, letak, sebaran, kuantitas dan kualitas suatu endapan bahan galian untuk kemudian dapat dilakukan analisis/kajian kemungkinan dilakukannya penambangan.

Setelah kita menyimak bersama beberapa pengertian diatas, secara ringkas dapat kita tarik kesimpulan bahwa eksplorasi merupakan suatu kegiatan untuk mencari sesuatu yang diharapkan dapat mendapatkan manfaat dari hasil pencarian tersebut.Sekarang bagaimana dengan eksplorasi bahan galian? Simple saja sebenarnya, pengertian eksplorasi yang telah kita simpulkan diatas tinggal kita ganti saja kata sesuatu nya dengan kata bahan galian, sehingga kita akan mendapatkan pengertian bahwa kegiatan pencarian yang dilakukan merupakan kegiatan pencarian bahan galian.
Setelah kita paham (sedikit) mengenai istilah eksplorasi bahan galian itu tadi, sekarang ada pertanyaan lagi yang mungkin timbul, bahan galian itu sendiri apa? Nah bahan galian itu sendiri merupakan semua bahan – bahan (material) yang terdapat di permukaan maupun di dalam perut bumi yang memiliki nilai ekonomis untuk diekstraksi (baca: ditambang) dengan menggunakan cara – cara yang telah diketahui untuk mengambilnya.
Berdasarkan golongannya, bahan galian ini dapat dibagi lagi menjadi 3 (tiga), marilah kita lihat pengelompokkannya dibawah ini.

Bahan-bahan galian terbagi atas tiga golongan:

A. Golongan bahan galian yang strategis adalah:
  • minyak  bumi, bitumen cair, lilin bumi, gas alam;
  • bitumen padat, aspal;
  • antrasit, batubara, batubara muda;
  • uranium, radium, thorium dan bahan-bahan galian radioaktip lainnya;
  • nikel, kobalt;
  • timah.
B. Golongan bahan galian yang vital adalah:
  • besi, mangan, molibden, khrom, wolfram, vanadium, titan;
  • bauksit, tembaga, timbal, seng;
  • emas, platina, perak, air raksa, intan;
  • arsin, antimon, bismut;
  • yttrium, rhutenium, cerium dan logam-logam langka lainnya;
  • berillium, korundum, zirkon, kristal kwarsa;
  • kriolit, fluorpar, barit;
  • yodium, brom, khlor, belerang;
C. Golongan bahan galian yang tidak termasuk golongan A atau B adalah:
  • nitrat-nitrat, pospat-pospat, garam batu (halite);
  • asbes, talk, mika, grafit, magnesit;
  • yarosit, leusit, tawas (alum), oker;
  • batu permata, batu setengah permata;
  • pasir kwarsa, kaolin, feldspar, gips, bentonit;
  • batu apung, tras, obsidian, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth);
  • marmer, batu tulis;
  • batu kapur, dolomit, kalsit;
  • granit, andesit, basal, trakhit, tanah liat, dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur-unsur  mineral golongan (A) maupun golongan (B) dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.
Oke, setelah kita jadi lebih tahu tentang bahan galian dan penggolongannya, maka kita kembali lagi ke pokok bahasan mengenai eksplorasi bahan galian. Berikutnya akan kita coba lihat tahapan – tahapan yang umumnya dilakukan dalam kegiatan eksplorasi bahan galian ini.
Kegiatan eksplorasi bahan galian sebagaimana kegiatan lainnya dimulai dari tahap persiapan, apa yang disiapkan? Dalam kegiatan ini yang disiapkan adalah peta dasar untuk kegiatan lapangan, misalnya peta topografi, peta geologi atau peta-peta hasil penafsiran data penginderaan jauh (foto udara, foto satelit dan foto radar) dan tentu saja persiapan peralatan serta personil. Peralatan yang biasanya dipersiapkan untuk kegiatan eksplorasi bahan galian ini antara lain:
  • GPS
  • Kompas Geologi
  • Palu geologi; baik palu batuan beku maupun sedimen
  • Alat ukur (meteran, penggaris, busur, dsb)
  • Kamera
  • Buku catatan dan alat tulisnya
  • dll.
Kegiatan berikutnya adalah kegiatan pemetaan geologi, dalam kegiatan ini dilakukan beberapa pekerjaan ,misalnya pengukuran lintasan, pengamatan singkapan, pengambilan contoh, penelusuran bongkah, dan sebagainya. Untuk pemetaan geologi yang lebih terperinci, harus dicantumkan batas wilayah yang dilengkapi dengan koordinat geografis atau UTM, skala dan juga luas daerahnya. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pegambilan conto batuan dengan cara chip sampling, grab sampling, bulk sampling, channel sampling, dsb.
Untuk kegiatan eksplorasi mineral terutama mineral logam, dilakukan juga beberapa pekerjaan seperti penyelidikan geokimia dan geofisika. Penyelidikan geokimia yang dilakukan umumnya berupa geokimia endapan sungai, tanah, batuan, pendulangan, dan atau bulk leached extractable gold (BLEG), sesuai dengan tahap eksplorasi yang dilakukan. Penyelidikan geofisika pada umumnya meliputi pekerjaan/kegiatan dengan metode polarisasi terimbas, potensial diri, seismik, gaya berat, dsb. Masing – masing penyelidikan geokimia maupun geofisika ini menggunakan peralatan yang telah di buat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kegiatan ekplorasi bahan galian yang diinginkan.

Dulang
Alat Geolistrik
Kegiatan yang umum untuk dilakukan pada pekerjaan eksplorasi bahan galian terutama pada kegiatan eksplorasi rinci adalah kegiatan pembuatan parit uji, sumur uji dan pemboran. Untuk deskripsi masing – masing kegiatan ini akan dijelaskan pada artikel yang lain :)
Kegiatan berikutnya adalah kegiatan pemetaan topografi, secara ringkas merupakan kegiatan memetakan rupa bumi beserta obyek – obyek lainnya yang terdapat dipermukaan bumi untuk kemudian diolah dan digambarkan dalam garis – garis kontur.
Setelah itu masih ada lagi beberapa kegiatan yang berkaitan dengan eksplorasi bahan galian ini pada tahap yang lebih rinci, diantaranya: penyelidikan lainnya seperti penyelidikan geoteknik, hidrogeologi, hidrologi, lingkungan, uji coba penambangan, pengolahan, dan sebagainya.
Demikianlah sedikit penjelasan mengenai eksplorasi bahan galian.

(source: Aulizar's Blog)

0 comments:

Poskan Komentar