Peluang Kripik Mlinjo

Melinjo? Siapa yang tidak mengenal melinjo? Melinjo (Gnetum gnemon L) termasuk tanaman berbiji terbuka (Gymnospermae) dimana daging buah terbungkus kulit luar. Biji melinjo yang telah tua berwarna merah tua merupakan bahan baku emping melinjo.

Ingin tau Rahasia Awet Muda?

Jawabannya, makanlah tomat. Kerapkali, orang tidak menyukai memakan tomat. Biasanya, mereka selalu memisahkan tomat yang ada dalam makanan. Padahal, selain tomat mengandung vitamin c yang berfungsi membantu membuang radikal bebas dalam tubuh, menurut beberapa ahli, tomat juga ampuh memerangi penuaan dini.

New iPad di Bongkar!

Ingin tahu seperti apa bagian dalam komputer tablet Apple iPad generasi terbaru? Perusahaan layanan servis iFixit telah membongkar tablet dengan sistem operasi iOS tersebut dan membeberkan komponen apa saja yang terdapat di dalamnya.

PT SGG-EP

Sebuah Manifestasi dari Group Semen Gresik Tbk. (Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa) yang dirancang untuk menopang kebutuhan bahan bakar Group Semen dan membantu mencukupi kebutuhan Industri Indonesia dan Dunia

Mata dan Kebohongan

Tips dan trik bagaimana mengetahui bahwa orang lawan bicara kita berbohong atau tidak

Senin, 31 Desember 2012

Pesan 2012 untuk 2013

Senin, 31 Desember 2012, Hari terakhir 2012, penulis menemukan artikel menarik di www.youngsenterprise.com berisi kata-kata motivasi yang bisa memberikan spirit kuat untuk menyambut datangnya tahun 2013. Semoga inti artikel ini bisa menjadi salah satu sumbu dan pemicu semangat pembaca dalam menghadapi setiap tantangan untuk mendapatkan kesuksesan di tahun 2013 dan seterusnya. 

Pertama, Hard Work
God gives every bird a worm, but he does not throw it into the nest.” 
Sebuah kesuksesan yang diraih perlu sebuah kerja keras. Tidak ada namanya sukses yang bisa dicapai dengan santai – santai, tanpa kerja keras dan instant. Bisa saja jika kita tidak bekerja dengan keras, mungkin apa yang sedang Anda kerjakan saat ini bukanlah sesuatu yang Anda inginkan untuk kesuksesan Anda. Untuk meraih kesuksesan diperlukan kerja keras, disiplin yang tinggi untuk menciptakan sebuah kebiasaan sukses yang baru, attitude kerja yang sesuai serta  bekerja dengan sebuah prosedur yang benar tanpa merugikan orang lain

Kedua, Take Responsibility
"Possession of the ball is the key to winning in football, basketball, and the game of life.
Hidup ini ibarat seperti kita dalam sebuah pertandingan dengan sebuah bola di tangan Anda. Anda tidak bisa memenangkan sebuah pertandingan dengan menyerahkan bola kepada yang namanya nasib, keberuntungan, maupun kesempatan saja. Untuk memenangkan sebuah pertandingan, Anda harus mengambil bola tersebut dan memainkannya alias bertindak! Bolanya saat ini sudah ada di tangan Anda, tentukan bagaimana bola ini mau dimainkan seperti apa, set sebuah tujuan yang akan membawa Anda kepada kemenangan

Ketiga, Act Like You Can’t Fail
Act as though it is impossible to fail.
Salah satu yang perlu Anda miliki adalah bertindak! Hanya tindakan yang akan membuat perbedaan dalam kehidupan Anda. Bertindaklah seolah – olah Anda tidak pernah gagal. Kalau Anda selalu berfokus kepada sebuah tindakan walaupun belum terlihat hasilnya, cepat atau lambat pasti akan menghasilkan. Ubah caranya jika perlu untuk membuat tindakan Anda makin mengarahkan kepada hasil. Kadang kala saat Anda tidak bersemangat akan tetapi Anda tetap memutuskan untuk bertindak, mungkin saja tindakan Anda ini akan membawa hasil yang luar biasa. Tindakan Anda bukanlah ditentukan seberapa antusias Anda melakukannya


Keempat, Fail Miserably
Unless you’re willing to have a go, fail miserably, and have another go, success won’t happen.” –Phillip Adams
Kegagalan adalah hal yang biasa yang dialami saat perjalanan Anda menuju sukses dimulai. Sebenarnya Anda tidak pernah gagal. Kegagalan adalah sebuah pembelajaran yang baik karena Anda belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk melakukannya dan yang membawa kepada hasil. Kadang kala orang berhenti terlalu cepat, padahal beberapa langkah lagi mereka akan segera memetik hasilnya. Jadikan kegagalan yang Anda alami sebagai sebuah feedback untuk Anda menjadi lebih kreatif. Tidak ada yang namanya kegagalan, itu hanyalah sebuah feedback.
Kelima, Plan and Succeed
An Unfailing Success Plan: At each day’s end write down the six most important things to do tomorrow; number them in order of importance, and then do them.
Rencanakan rencana sukses Anda. Salah satu hal penting untuk mencapai kesuksesan adalah denganmembuat perencanaan apa yang mau Anda capai pada akhirnya. Hanya saja banyak orang yang begitu luar biasanya membuat perencanaan dan akhirnya masih belum mencapai apa – apa hanya karena mereka hanya membuat sebuah rencana saja tanpa tindakan. Plan your work and work your plan, succcess will come to you

Jumat, 28 September 2012

MENCARI LAHAN BATUBARA

Kami dari PT SGG Energi Prima menerima penawaran lahan batubara untuk kebutuhan Semen Gresik Group. Adapun Ketentuan sebagai berikut:
  1. Memiliki IUP OP/ IUP Ekplorasi
  2. Kalori 5700 Up (ADB)
  3. TM dibawah 32 % 
  4. Sulfur dibawah 1 %
  5. Ash dibawah 8 %

Silahkan kirim via POS ke

Wiji Utama
PT SGG Energi Prima 
Gd Wiragraha Semen Gresik
Jl Veteran Gresik 61122  Jawa Timur Indoesia
Phone: 031-3970374 ext.115
fax     : 031-3972263
 

Atau via email ke
wijiutama@gmail.com




Rabu, 26 September 2012

when I begin to doubt the hope of love, will you come to me to affirm your love for me?

Jumat, 21 September 2012

focal mecanism

untuk temen2 dari ilmu geoscience (geofisika,geologi,geografi,geodesi) mungkin share dari USGS ini bisa bermanfaat.
adopted from USGS:

Focal Mechanisms

 
Seismologists refer to the direction of slip in an earthquake and the orientation of the fault on which it occurs as the focal mechanism. They use information from seismograms to calculate the focal mechanism and typically display it on maps as a "beach ball" symbol. This symbol is the projection on a horizontal plane of the lower half of an imaginary, spherical shell (focal sphere) surrounding the earthquake source (A). A line is scribed where the fault plane intersects the shell. The stress-field orientation at the time of rupture governs the direction of slip on the fault plane, and the beach ball also depicts this stress orientation. In this schematic, the gray quadrants contain the tension axis (T), which reflects the minimum compressive stress direction, and the white quadrants contain the pressure axis (P), which reflects the maximum compressive stress direction. The computed focal mechanisms show only the P and T axes and do not use shading.
These focal mechanisms are computed using a method that attempts to find the best fit to the direction of P-first motions observed at each station. For a double-couple source mechanism (or only shear motion on the fault plane), the compression first-motions should lie only in the quadrant containing the tension axis, and the dilatation first-motions should lie only in the quadrant containing the pressure axis. However, first-motion observations will frequently be in the wrong quadrant. This occurs because a) the algorithm assigned an incorrect first-motion direction because the signal was not impulsive, b) the earthquake velocity model, and hence, the earthquake location is incorrect, so that the computed position of the first-motion observation on the focal sphere (or ray azimuth and angle of incidence with respect to vertical) is incorrect, or c) the seismometer is mis-wired, so that "up" is "down". The latter explanation is not a common occurrence. For mechanisms computed using only first-motion directions, these incorrect first-motion observations may greatly affect the computed focal mechanism parameters. Depending on the distribution and quality of first-motion data, more than one focal mechanism solution may fit the data equally well.
For mechanisms calculated from first-motion directions as well as some methods that model waveforms, there is an ambiguity in identifying the fault plane on which slip occurred from the orthogonal, mathematically equivalent, auxiliary plane. We illustrate this ambiguity with four examples (B). The block diagrams adjacent to each focal mechanism illustrate the two possible types of fault motion that the focal mechanism could represent. Note that the view angle is 30-degrees to the left of and above each diagram. The ambiguity may sometimes be resolved by comparing the two fault-plane orientations to the alignment of small earthquakes and aftershocks. The first three examples describe fault motion that is purely horizontal (strike slip) or vertical (normal or reverse). The oblique-reverse mechanism illustrates that slip may also have components of horizontal and vertical motion.

Jumat, 14 September 2012

NASA: "Salju di Puncak Jaya Indonesia Hilang" Ada apa?

1 September 2012, Satelit Landsat NASA dari USGS Amerika serikat menerbitkan citra/foto satelit di Pucak Jaya Irian Jaya Indonesia. Hasil citra satelit sangat mengagetkan dunia ilmu pengetahuan. apa isinya? bacalah artikel dibawah ini. 



citra diambil dari:



Perubahan Pada Pegunungan Puncak Jaya dan Sekitarnya.

Prediksi Penyebab Hilangnya Salju di Puncak Jaya

  1. Perubahan  Bentang alam akibat penambangan disekitar puncak Jaya
  2. Berkurangnya dan rusaknya Hutan di sekitar puncak Jaya
  3. Pengaruh Global Warming

Hilangnya salju dipuncak Jaya bisa dikatakan sebagai indikator bahwa perubahan alam sudah sangat kritis. Kata perubahan ini lebih condong kearah kerusakan daripada kebaikan. Sungguh sangat ironis melihat citra/foto satelit yang dikeluarkan oleh NASA Earth Observatory. Bagi sebagian orang hilangnya salju mungkin hanya dianggap sebagai akibat dari global warming. Namun lihatlah lebih jeli ke foto satelit tersebut. Bandingkan citra satelit yang dikeluarkan pada tahun 1989 dan 2009. Ada perubahan apa saja selain hilangnya salju di puncak Jaya?. Ya, perubahan itu juga tada pada hilangnya Bukit Grasberg menjadi yang sekarang merupakan area penambangan, yang tersisa hanya lubang pit milik PT Freeport Indonesia yang didirikan pada tahun 1990 dengan nama Freeport McMoran dan yang pada saat ini dikenal memiliki cadangan emas terbesar dan cadangan tembaga kedua terbesar didunia.  Mari kita lihat dari sisi aspek ilmu alam. 


  • Perubahan Bentang alam akibat penambangan.


Bayangkan didepan anda ada sebuah bukit yang tinggi penuh dengan hutan hijau dan tiba-tiba menghilang dan yang muncul adalah lubang besar tanpa tanaman hutan. Perubahan itu akan menyebabkan perubahan suhu dilingkungan sekitar penambangan jika dahulu suhu masih bisa terkontrol karena adanya hutan yang mengontrol keseimbangan oksigen dan karbon yang secara tidak langsung terkait dengan suhu, maka sekarang kadar oksigen semakin berkurang bahkan sebaliknya kadar karbon menjadi meningkat karena aktivitas mesin dan kendaraan penambangan sehingga suhu semakin meningkat. Secara tidak langsung perubahan arah angin juga terjadi. Jika dulu angin bisa terkontrol oleh adanya bukit berhutan sekarang pergerakan angin tidak lagi terkontrol. Bila angin ini membawa udara yang lebih hangat maka suhu secara akumulatif akan mengalami kenaikan meskipun pengaruhnya sedikit.


  •  Berkurangnya hutan disekitar puncak Jaya.


Perubahan dan rusaknya hutan secara langsung akan berdampak pada lingkungan disekitarnya. Hutan sendiri hilang karena aktivitas penambangan dan pembukaan jalan tambang. Seperti pada pembahasan diatas kandungan oksigen akan berkurang dan akan mengakibatkan kenaikan suhu. Selain itu akan berdampak pada cadangan air tanah. Jika hutan dihilangkan maka cadangan air tanah akan berubah. Salah satu fungsi hutan adalah menyimpan air yang masuk didalam tanah. Jika hutan sudah tidak ada lagi bahkan terjadi pengerukan tanah bisa dipastikan air tanah tidak bisa tersimpan dan akan langsung mengalir ketempat yang lebih rendah, bahkan karena lubang penggalian penambangan posisinya juga lebih rendah maka air tanah disekitarnya akan mengalir menuju area tersebut.  Untuk mengurangi dampak tersebut, perusahaan tambang mempunyai tanggung jawab untuk mereklamasi lahan tambangnya tersebut. 


  • Pengaruh Global Warming.


Kenaikan suhu rata-rata dunia akan berdampak langsung pada melelehnya salju dipuncak Jaya. Global warming sendiri diakibatkan oleh pemanasan suhu permukaan bumi secara langsung hal ini disebabkan karena sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi terjebak oleh adanya lapisan karbon dan tidak bisa keluar dari atmosfer bumi sehingga suhu semakin meningkat dan inilah yang sebagian ahli menyebutnya sebagai efek rumah kaca. Lapisan karbon diatmosfer sendiri merupakan akibat dari polusi yang dikeluarkan oleh pabrik, emisi kendaraan bermotor dan jenis-jenis peralatan yang menghasilkan emisi karbon. Hal inilah yang para analis ditunjuk menjadi yang paling bertanggungjawab atas hilangnya salju dipuncak Jaya dan lainnya
.
Untuk mengantisipasi, mengurangi dan mencegah hal yang lebih buruk diharapkan kita semua untuk
Hemat enegi, termasuk hemat listrik. Gunakan listrik seperlunya saja, matikan tv jika tidak ditonton, matikan note/netbook/komputer anda jika tidak digunakan. Hematlah air dan Ikut menggalakkan car free day.  Serta satu lagi yang paling penting hanya mendukung tambang yang ramah lingkungan.

Wiji Utama.